PARADIGMA PEMBELAJARAN BERORORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK

PARADIGMA PEMBELAJARAN  BERORORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK

        Konstruktivistik (contrctuvison) merupakan landasan filosofi yang meyakini bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikiti demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yasndg terbatas (sempit dan tidak secara tiba-tiba. Pengetahuan bukanlah seperandgkawet fakta konsep atau kaidah yang asiap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata (Nurhadi, 2002, 10-11). Sedangkan Suparno pengetahuan adalah hasil kostruksi manusia. Manusia mengkostruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai.

Bagi kostruktivisme pengetahuan tidak dapat ditranfer begitu apa saja dari seornag kepada yang lain, tetapi harus diinterprestasikan sendiri oleh masing-masing orang, pengetahuan sendiri. Pengetahuan bukan sesuatu yantg sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Dalam proses itu keaktifan seseorang yang ingin tahu amat berperan dalam perkembangan pengetahuannya tersebut dipengaruhi oleh lensa kognitif (Cnfrey, 1995).

Menurut Degeng (2001:9), dalam pandangan terori konstruktivisme belajar adalah penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkret, aktifitas, kolabolaraitf, dan refleksi serta interprestasi. Sedangkan mengajar adalah menata lingkungan agar siswa bermotivasi dalam menggali maksna serta menegaskan bahwa dalam pandangan konstruktivistik strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak suara memoeroleh dan mengingat pengetahuan.

Piaget (dalam Confrey, 1995) memberikan kunci dasar dalam pengajaran konstruktivis bahwa seorang anak bisa memahami suatu gasan matematis atau ilmiah dengan cara yang agak berbeda yang dipahami orang dewasa. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada 10 ciri-ciri yang harus ada pada saat mengkstruk, yaitu : (1) struktur dengan ukuran konsistensi internal,  (2) integrasi lintas berbagai konsep,  (3) konvergensi antara beragam bentuk dan konteks makna,  (4) daya refleksi dan deskriptif,  (5) kontinuitas sejarah,  (6) keterkaitan dengan berbgai sistem simbol,  (7) kesesuaian dengan para ahli,  (8) potensi untuk bertindak sebagai alat bagi konstruik berikutnya,  (9) petunjuk bagi tindakan-tindakan masa depan, dan  (10) kemampuan untuk dijustifikasi dan dipertahankan.

Dua tokoh konstruktivis yang terkenal adalah Piaget dan Vygotsky. Secara singkat, konstruktivisme Piaget disebut konstruktivis radikal, sedansgkan konstruktivisme Vygotsky disebut konstruktivisme sosial. Menurut Piaget (dalam Dahar, 1988 :181), perkembangan intelektua anak didasarkan pada dua fungsi, yaitu organisasi dan adaptasi organisasi memberikan kemampuan untuk mensistemasikan atau mengorganisasi proses-proses fisik atau proses-proses psikologi menjadi sistem-sistem yang teratur dan berhubugnan atau struktur-struktur. Adapatasi merupakan organinsasi yabng cenderung untuk menyesuaikan diri atau beradaptsi dedngan lingkungannya. Adaptasi terhadap lingkugnannya dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi.

Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada dalam pikirannya untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. Sedangkan dalam proses akomodari seseorang memerlukan modifikasi struktur mental untuk menanggapi respon terhadap masalah yang dihadapi dalam lijngkungannya (dalam Dahar, 1988:181). Bila pengalaman baru / respon itumasih sesuai dengan struktur / skema yang dimiliki seseorang, maka struktur / skema tersebut hanya dikembangkan melalui proses asimilasi. Bila pengalaman baru/respon itu berlawanan atau sangat berbeda dengan strktur/skema yang ada, maka strktur/skema yang lama itu diubah sampai ada keseimbangan lagi dengan melalui proses akomodasi (dalam Suparno, 2000:113).

Teori Piaget tentang perkembangan intelektual ini menggambarkan tentang konstruktivisme pengetahuan. Pandangannya tersebut menggambarkan bahwa perkembangan intelektual tersebut suatu proses dimana anak secara aktif membangun pemahamannya dari hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkugnannya. Anak secara aktif membangun pengetahuannya secara terus menerus melakukan akomodasidan asimilasi terhadap informasi-informasi baru yang diterimanya.

Model konstruktiv Piaget dalam mengajar, hendaknya memperhatikan 8 hal berikut, yaitu : (1) siapkanlah benda-benda nyata untuk digunakan para siswa,  (2) pilihlah pendekatan seuai dengan tingkat perkembangan anak,  (3) perkenalkan kegiatan yang layak dan menarik, dan berilah para siswa kebebasan utnuk menolak saran-saran guru, tekankan penciptaan pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah dan demikian pula pemecahan-pemecahannya,  (5) anjurkan para siswa untuk saling berinteraksi,  (6) hindari istilah-istilah teknis dann tekankan berfikir,  (7) anjurkan para siswa berfikir dengan carea mereka sendiri, dan  (8) perkenalkan ulang (reintroducc) maeri dan kegiatan yang sama setelah beberapa tahun.

Implikasi teori Piaget ini dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. Memusatkan perhatian pada proses berpikir anak, bukan sekedar pada hasil.
  2. Menekankan pada pentingnya peran siswa dalam berinisiasi sendiri dan keterlibaan secara aktif dalam pembelajaran, anak didorong menemukansendiri melalui interaksi dengan lingkugnannya.
  3. Memaklumi adanya perbedaan individual dalam kemajuan perkembangan, sehingga guru harus melakukan upaya khusus untuk mengatur kegiatan kelas dalam bentuk individu-individu atau kelompok-kelompok kecil.

Sumber : Model-Model Pembelajaran Inovatif oleh Dr. H. Hobri, M.Pd

Tentang bamboszone

Blog Pendidikan, Pelatihan dan Bimbingan Belajar
Pos ini dipublikasikan di BERANDA, DOWNLOAD, GURU, PENDIDIKAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s