ADA TANGISAN MENYERUMU YA RABB,DI MESJID HONGKONG

Pahlawan Devisa

Sejak pertemuan saya dengan Yu Tinah di Green Oval Garden di Singapore ( Yu Tinah dan Study Mama) serta Rehana di …………Singapore juga ( Ballada Rehana TKW Banyuwangi) saya menjadi selalu ingin tahu apa yang terjadi pada pekerja Migrant Indonesia dimanapun berada. Ternyata kehidupan mereka sungguh berwarna. Coba bayangkan betapa hebohnya media Indonesia mengharu birukan nasib mereka di negeri orang,belum lagi pemerasan yang dilakukan di negeri sendiri, tetapi jumlah mereka semakin banyak saja dan seakan tak terbendung. Meskipun Presiden telah memproklamirkan mereka sebagai pahlawan Devisa, tetapi perlakuan terhadap mereka tidak terlalu banyak berobah, sementara devisa yang mengalir dari pundi pundi mereka semakin besar saja untuk negara, coba saja perhatikan betapa besar perkembangan institusi jasa transfer dana mereka, telah menyentuh kota Kecamatan. Kalau mendengar keluhan mereka ( pekerja migrant) dan keluhan para penerima ( Kebetulan putri saya dengan tanpa disadari telah menjadi penghubung antara pekerja migrant dan penerima di Singapore), ternyata persiapan /training yang diberikan kepada mereka di Indonesia masih menyangkut yang dasar saja. Mereka tidak pernah dipersiapkan bahwa mereka akan memasuki negara dengan tingkat produktivitas kerja tujuh kali lipat produktivitas orang Indonesia, bahwa keterlambatan selama dua menit tidak bisa dimaafkan, bahwa tingkat kebersihan lima kali lipat orang Indonesia, bahwa memasak nasi berlebihan dan terbuang adalah sangat berbahaya karena mengundang tikus ( bisa dibenci tetangga) dan membiarkan setitik air menggenang adalah jorok…dan bekerja harus dengan kecepatan tinggi….tetapi beruntunglah ternyata pekerja migrant Indonesia lebih dari 90 persen adalah tenaga yang cepat menyesuaikan diri secara cepat dan cerdas. Oleh karena itu, dinegeri negeri Singapore , HongKong, Malaysia, Taiwan ,telah mulai menggeser kedudukan pekerja migrant negara lain . Ketika saya menyampaikan hal itu dalam satu diskusi di face book, seorang face booker dengan ketus….memberi coment ,apa heibatnya jadi pembantu…….mereka rupanya menghinakan pekerjaan , yang negara kita sendiri tidak mampu memberikannya…..mereka berangkat dengan dana mereka sendiri…..bukan dana negara yang diberikan seperti para pejabat atau anggota DPR ketika study banding…..mereka menghasilkan devisa untuk negara…..bukan menghamburkan uang negara…..dia menghidupi orang tua,adik adiknya, malahan sanak keluarga dan …tidak mengkorupsi uang negara.Mungkin itulah cermin kita, ……. Ada istughosah di mesjid Kowloon Hong Kong Ketka membaca buletin di Hotel, saya menemukan artikel peranan para muslimin di China dan keradaaan mesjid di China ,ternyata hotel tempat saya menginap ( Marcopolo Hotel ) sangat dekat dengan mesjid Kow Lon. Kalau saja di Indonesia, saya pasti sudah mendengar suara azan subuhnya tetapi mungkin di Kowlon, azan hanya sebatas mesjid saja, sehingga saya tidak pernah mendengar azan subuh maka keinginan saya untuk mengikuti sembahyang subuh di mesjid tersebut selalu gagal. Ketika saya gagal sembahyang subuh berjamaah , saya mencoba menyusur i kota Kow Lon. DI KOTA INI kesibukan telah berjalan dengan tempo yang cukup tinggi pada saat fajar menyingsing, jalan telah cukup padat dengan orang yang bergegas pergi kerja, pekerja kebersihan telah memenuhi tugasnya……..rupanya mereka memahami makna bangun subuh dibanding kita yang muslim …..yang waktu subuh masih tidur nyenyak……setelah itu tergopoh gopoh berangkat kerja……sambil mengabaikan aturan lalu lintas dan kalo terlambat…tidak sedikitpun rasa bersalah…..lalu berkreasi dengan seribu macam alasan. Ketika Minggu pagi saya masih terlambat sembahyang subuh , maka saya memutuskan untuk sembahyang dhuha di mesjid. Ketika saya memasuki mesjid , petugas mesjid yang berwajah Pakistan/India menegor saya dan melarang saya untuk masuk mesjid….dengan menggunakan bahasa Mandarin….mungkin dia mengira saya China karena wajah saya mendekati wajah Mongolid ….maka saya jelaskan bahwa saya Indonesia dan muslim ….diapun terpingkal pingkal tertawa dan malahan mengantar saya ketempat wudhu. Mesjid Kowlon , sangat besar dengan bangunan yang sangat kokoh bertingkat , lengkap dengan ruang serba guna dan kelas2 untuk belajar agama, dan terletak di pinggiran taman kota….dan lebih dari itu sangat bersih. Setelah sembahyang dhuha saya mengaji sebentar kemudian berkeliling mesjid, melihat kesibukan mesjid . Di ruang belajar ,anak 2 dengan tekun belajar membaca alqur.an……..dan ketika saya keluar , saya terkejut …..melihat puluhan pekerja migrant dari Indonesia dengan berbagai kesibukan. Naluri ingin tahu saya , membawa saya untuk menanyakan apa yang mereka lakukan…….sungguh tak terduga…….mereka akan mengadakan Istighosah minggu pagi ini…..tidak tanggung2 pada Minggu pagi ini, akan diadakan Istighosah dua kali oleh dua kelompok berbeda…..semuanya dibimbing oleh para kyai yang didatangkan dari Jawa Timur. Disamping kegiatan Istighosah , juga diadakan Bazaar makanan dan pakaian dari Indonesia. Ketika saya menanyakan hal ini pada pengurus masjid….mereka sangat bangga , karena kegiatan masjid di Kow loon Hong Kong semakin semarak….oleh karena itu saya meminta izin untuk mengikuti istighosah ini….dan alhamdulillah mereka menyambut kami , dan bersyukur karena saya dapat menemani kyai yang memimpin Istighosah….maka jadilah saya dan kyai ,dua orang laki laki diantara lebih seratus orang pekerja migrant wanita dari Indonesia..Saya telah sering kali mengikuti Istighosah atau renungan ketika Mabit dalam Iqtiqaf …….tetapi kali ini saya telah terlibat dalam kegiatan Istighosah , di negeri bukan muslim…dan hanya tiga meter dari halaman masjid….orang tengah sibuk dengan kegiatan bisnis., dan tidak seorangpun tahu apa itu istighosah……tiba2 keringat dingin membasahi tubuh saya , miriiiiiis, dansuasana syahdu merenggut qalbu saya……tubuh saya bergetar…….tetapi saya tidak mungkin menampakkan perasaan saya dihadapan mereka…..saya mencoba menegakan kepala , memandang mereka ……saya melihat wajah 2 yang merindukan kampung yang jauh, ibu dan bapak ,dan mungkin diantaranya sudah sangat tua atau sedang sakit…..atau anak2nya yang sedang mengharapkan peluk cium ibunya…..atau kawan yang dia cintai…..atau kehidupan remaja yang indah ceria. Tetapi di mesjid Kow Loon ini mereka ibarat bertekad menjadi ikan dilaut yang asin….tanpa sedikitpun menjadi asin. Ketika pak kyai mulai memanjatkan doa awalll……tiba mesjid ini seakan menjadi ibu yang memeluknya,mereka menyandar di dada ibunya…..dan ketika takbir , tahmid , talqin disenandungkan …..maka ibarat air bah yang tak terbendung …mereka menangis dan menyeru Mu namaMu ……Ya Rabbb……badan mereka terguncang …..dan sayapun tak kuat menahan rasa syahdu yang luar biasa…..dan cucuran air mata pun tak tertahankan. Ya Rabb mereka mengharap rachman dan raghim Mu Berenang dilautan yang asin, tetapi tidak mau menjadi asin Jauh dari orang tua , suami , anak , kekasih, kawan , dan saudara muslim. Dengan tekad yang amat kuat , untuk mensejeterahkan keluarganya Lindungilah dia Rabb,beri petunjukmu, bimbinglah dia dalam rasa Syukur yang dalam Setelah doa dipanjatkan , saya tidak mampu bertahan disuasana yang mengharu biru ini.Saya mohon diri, meskipun telah dihidangkan masakan Indonesia yang amat sedap, dan sebenarnya sayapun sudah sangat rindu karena sudah seminggu saya tidak merasakan masakan In donesia. Cuacana Kow Loon begitu cerah, orang semakin sibuk, jalan telah ramai , dan toko telah sibuk …oleh karena itu saya lewat melalui taman kota.Subhanalloh ternyata di tempat peristirahatan itu penuh dengan pekerja migrant Indonesia, dengan kesibukan yang luar biasa. Di sudut sana saya lihat spanduk sederhana dengan tulisan Hall ke lima perkumpulan, yang disemarakkan dengan samrah dari anggotanya, di tempat lain sekelompok orang yang menekuni belajar menghias penganten, dan di sudut yang lain sekelompok lagi sedang sibuk diskusi tentang buku yang sedang dipegangnya …….dan di sudut sana dekat pohon rindang , terlihat orang begitu banyak sedang menyantap makanan….dan kesanalah saya pergi , untuk melihat kesibukan orang itu……dan ternyata mereka sedang menikmati makanan Indonesia …..dan anehnya ternyata ada rujak soto Banyuwangi. Ada Tangisan MenyeruMu Di Mesjid Hong Kong . Pahlawan Devisa Sejak pertemuan saya dengan Yu Tinah di Green Oval Garden di Singapore ( Yu Tinah dan Study Mama) serta Rehana di …………Singapore juga ( Ballada Rehana TKW Banyuwangi) saya menjadi selalu ingin tahu apa yang terjadi pada pekerja Migrant Indonesia dimanapun berada. Ternyata kehidupan mereka sungguh berwarna. Coba bayangkan betapa hebohnya media Indonesia mengharu birukan nasib mereka di negeri orang,belum lagi pemerasan yang dilakukan di negeri sendiri, tetapi jumlah mereka semakin banyak saja dan seakan tak terbendung. Meskipun Presiden telah memproklamirkan mereka sebagai pahlawan Devisa, tetapi perlakuan terhadap mereka tidak terlalu banyak berobah, sementara devisa yang mengalir dari pundi pundi mereka semakin besar saja untuk negara, coba saja perhatikan betapa besar perkembangan institusi jasa transfer dana mereka, telah menyentuh kota Kecamatan. Kalau mendengar keluhan mereka ( pekerja migrant) dan keluhan para penerima ( Kebetulan putri saya dengan tanpa disadari telah menjadi penghubung antara pekerja migrant dan penerima di Singapore), ternyata persiapan /training yang diberikan kepada mereka di Indonesia masih menyangkut yang dasar saja. Mereka tidak pernah dipersiapkan bahwa mereka akan memasuki negara dengan tingkat produktivitas kerja tujuh kali lipat produktivitas orang Indonesia, bahwa keterlambatan selama dua menit tidak bisa dimaafkan, bahwa tingkat kebersihan lima kali lipat orang Indonesia, bahwa memasak nasi berlebihan dan terbuang adalah sangat berbahaya karena mengundang tikus ( bisa dibenci tetangga) dan membiarkan setitik air menggenang adalah jorok…dan bekerja harus dengan kecepatan tinggi….tetapi beruntunglah ternyata pekerja migrant Indonesia lebih dari 90 persen adalah tenaga yang cepat menyesuaikan diri secara cepat dan cerdas. Oleh karena itu, dinegeri negeri Singapore , HongKong, Malaysia, Taiwan ,telah mulai menggeser kedudukan pekerja migrant negara lain . Ketika saya menyampaikan hal itu dalam satu diskusi di face book, seorang face booker dengan ketus….memberi coment ,apa heibatnya jadi pembantu…….mereka rupanya menghinakan pekerjaan , yang negara kita sendiri tidak mampu memberikannya…..mereka berangkat dengan dana mereka sendiri…..bukan dana negara yang diberikan seperti para pejabat atau anggota DPR ketika study banding…..mereka menghasilkan devisa untuk negara…..bukan menghamburkan uang negara…..dia menghidupi orang tua,adik adiknya, malahan sanak keluarga dan …tidak mengkorupsi uang negara.Mungkin itulah cermin kita, …….

Ada istughosah di mesjid Kowloon Hong Kong

Ketika membaca buletin di Hotel, saya menemukan artikel peranan para muslimin di China dan keradaaan mesjid di China ,ternyata hotel tempat saya menginap ( Marcopolo Hotel ) sangat dekat dengan mesjid Kow Lon. Kalau saja di Indonesia, saya pasti sudah mendengar suara azan subuhnya tetapi mungkin di Kowlon, azan hanya sebatas mesjid saja, sehingga saya tidak pernah mendengar azan subuh maka keinginan saya untuk mengikuti sembahyang subuh di mesjid tersebut selalu gagal. Ketika saya gagal sembahyang subuh berjamaah , saya mencoba menyusur i kota Kow Lon. DI KOTA INI kesibukan telah berjalan dengan tempo yang cukup tinggi pada saat fajar menyingsing, jalan telah cukup padat dengan orang yang bergegas pergi kerja, pekerja kebersihan telah memenuhi tugasnya……..rupanya mereka memahami makna bangun subuh dibanding kita yang muslim …..yang waktu subuh masih tidur nyenyak……setelah itu tergopoh gopoh berangkat kerja……sambil mengabaikan aturan lalu lintas dan kalo terlambat…tidak sedikitpun rasa bersalah…..lalu berkreasi dengan seribu macam alasan. Ketika Minggu pagi saya masih terlambat sembahyang subuh , maka saya memutuskan untuk sembahyang dhuha di mesjid. Ketika saya memasuki mesjid , petugas mesjid yang berwajah Pakistan/India menegor saya dan melarang saya untuk masuk mesjid….dengan menggunakan bahasa Mandarin….mungkin dia mengira saya China karena wajah saya mendekati wajah Mongolid ….maka saya jelaskan bahwa saya Indonesia dan muslim ….diapun terpingkal pingkal tertawa dan malahan mengantar saya ketempat wudhu. Mesjid Kowlon , sangat besar dengan bangunan yang sangat kokoh bertingkat , lengkap dengan ruang serba guna dan kelas2 untuk belajar agama, dan terletak di pinggiran taman kota….dan lebih dari itu sangat bersih. Setelah sembahyang dhuha saya mengaji sebentar kemudian berkeliling mesjid, melihat kesibukan mesjid . Di ruang belajar ,anak 2 dengan tekun belajar membaca alqur.an……..dan ketika saya keluar , saya terkejut …..melihat puluhan pekerja migrant dari Indonesia dengan berbagai kesibukan. Naluri ingin tahu saya , membawa saya untuk menanyakan apa yang mereka lakukan…….sungguh tak terduga…….mereka akan mengadakan Istighosah minggu pagi ini…..tidak tanggung2 pada Minggu pagi ini, akan diadakan Istighosah dua kali oleh dua kelompok berbeda…..semuanya dibimbing oleh para kyai yang didatangkan dari Jawa Timur. Disamping kegiatan Istighosah , juga diadakan Bazaar makanan dan pakaian dari Indonesia. Ketika saya menanyakan hal ini pada pengurus masjid….mereka sangat bangga , karena kegiatan masjid di Kow loon Hong Kong semakin semarak….oleh karena itu saya meminta izin untuk mengikuti istighosah ini….dan alhamdulillah mereka menyambut kami , dan bersyukur karena saya dapat menemani kyai yang memimpin Istighosah….maka jadilah saya dan kyai ,dua orang laki laki diantara lebih seratus orang pekerja migrant wanita dari Indonesia..Saya telah sering kali mengikuti Istighosah atau renungan ketika Mabit dalam Iqtiqaf …….tetapi kali ini saya telah terlibat dalam kegiatan Istighosah , di negeri bukan muslim…dan hanya tiga meter dari halaman masjid….orang tengah sibuk dengan kegiatan bisnis., dan tidak seorangpun tahu apa itu istighosah……tiba2 keringat dingin membasahi tubuh saya , miriiiiiis, dansuasana syahdu merenggut qalbu saya……tubuh saya bergetar…….tetapi saya tidak mungkin menampakkan perasaan saya dihadapan mereka…..saya mencoba menegakan kepala , memandang mereka ……saya melihat wajah 2 yang merindukan kampung yang jauh, ibu dan bapak ,dan mungkin diantaranya sudah sangat tua atau sedang sakit…..atau anak2nya yang sedang mengharapkan peluk cium ibunya…..atau kawan yang dia cintai…..atau kehidupan remaja yang indah ceria. Tetapi di mesjid Kow Loon ini mereka ibarat bertekad menjadi ikan dilaut yang asin….tanpa sedikitpun menjadi asin. Ketika pak kyai mulai memanjatkan doa awalll……tiba mesjid ini seakan menjadi ibu yang memeluknya,mereka menyandar di dada ibunya…..dan ketika takbir , tahmid , talqin disenandungkan …..maka ibarat air bah yang tak terbendung …mereka menangis dan menyeru Mu namaMu ……Ya Rabbb……badan mereka terguncang …..dan sayapun tak kuat menahan rasa syahdu yang luar biasa…..dan cucuran air mata pun tak tertahankan. Ya Rabb mereka mengharap rachman dan raghim Mu Berenang dilautan yang asin, tetapi tidak mau menjadi asin Jauh dari orang tua , suami , anak , kekasih, kawan , dan saudara muslim. Dengan tekad yang amat kuat , untuk mensejeterahkan keluarganya Lindungilah dia Rabb,beri petunjukmu, bimbinglah dia dalam rasa Syukur yang dalam Setelah doa dipanjatkan , saya tidak mampu bertahan disuasana yang mengharu biru ini.Saya mohon diri, meskipun telah dihidangkan masakan Indonesia yang amat sedap, dan sebenarnya sayapun sudah sangat rindu karena sudah seminggu saya tidak merasakan masakan In donesia. Cuacana Kow Loon begitu cerah, orang semakin sibuk, jalan telah ramai , dan toko telah sibuk …oleh karena itu saya lewat melalui taman kota.Subhanalloh ternyata di tempat peristirahatan itu penuh dengan pekerja migrant Indonesia, dengan kesibukan yang luar biasa. Di sudut sana saya lihat spanduk sederhana dengan tulisan Hall ke lima perkumpulan, yang disemarakkan dengan samrah dari anggotanya, di tempat lain sekelompok orang yang menekuni belajar menghias penganten, dan di sudut yang lain sekelompok lagi sedang sibuk diskusi tentang buku yang sedang dipegangnya …….dan di sudut sana dekat pohon rindang , terlihat orang begitu banyak sedang menyantap makanan….dan kesanalah saya pergi , untuk melihat kesibukan orang itu……dan ternyata mereka sedang menikmati makanan Indonesia …..dan anehnya ternyata ada rujak soto Banyuwangi.

“KEMBANG GALENGAN”Dokumen

Tentang bamboszone

Blog Pendidikan, Pelatihan dan Bimbingan Belajar
Pos ini dipublikasikan di BANYUWANGI, BERANDA, KEMBANG GALENGAN, WIKIPEDIA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s