Praktek Bahasa Inggris di Wisata Plengkung G-Land

Diposkan oleh Muhamad Ali Saifudin di 14.40 . Senin, 02 Agustus 2010

Label: , , ,

Praktek Bahasa Inggris di Wisata Plengkung G-Land
Oleh Muhamad Ali Saifudin *)

 

Tegaldlimo Banyuwangi – Kalau sudah berbicara G-Land atau Plengkung yang berada di Taman Nasional Alas Purwo tidak akan pernah ada habisnya. Buktinya adalah ketika Penulis kemarin, 1/8 berkunjung ke Pos Pancur bersama Istri, Amelia dan Anak, Wildan untuk menemani Mahasiswa Staidu Banyuwangi yang akan Praktek Bahasa Inggris di Pantai Plengkung atau G-Land. Penulis kalau hari Minggu dan tanggal merah selalu punya acara “Ternak Teri” (NganTER aNAK, nganTER istRI). Ketika teman teman Mahasiswa Staidu Banyuwangi punya ide untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris yang mereka dapat di Kampus Staidu Muncar Banyuwangi langsung Penulis mengiyakan untuk Praktek Bahasa Inggris di Wana Wisata Taman Nasional Alas Purwo tepatnya di Wisata Surfing Plengkung atau G-Land.

Acara Praktek Bahasa Inggris di Pantai Plengkung atau G-Land kemudian dikemas dalam “English Testimony”. Para Mahasiswa Staidu Muncar Banyuwangi mempersiapkan diri dengan membawa kertas “English Testimony” yang nantinya diserahkan ke para “Native Speakers” (Penutur Bahasa Inggris Asli) untuk dinilai setelah para Mahasiswa Staidu Muncar Banyuwangi mengobrol dan mempraktekkan Bahasa Inggrisnya.

Tepat pukul 06.00 WIB, Penulis bersama Istri, Amelia dan sang Pahlawan Kecil, Wildan meluncur ke tempat pemberangkatan di Kampus Staidu Muncar Banyuwangi dengan sepeda motor tercinta, Honda Beat Merah. Penulis tidak ingin terlambat datang, karena pihak Panitia yang diketua oleh Mas Ikhe dan Kang Baehaqi sudah mewanti-wanti teman teman Mahasiswa Staidu untuk datang tepap waktu. Sesampai di Kampus Staidu, Penulis hanya menjumpai Mas Ikhe saja, sedang teman teman Mahasiswa Staidu lainnya belum menampakkan batang hidungnya.

Menjelang pukul 07.30 WIB, teman teman Mahasiswa Staidu, satu persatu mulai menampakkan batang hidungnya. akhirnya sambil menunggu dan menunggu, rasa tak sabar juga hinggap di Pahlawan Kecilku, Wildan. Dia tentunya sudah tak sabar ingin naik mobil favoritnya meluncur ke Taman Nasional Alas Purwo agar cepat sampai di Plengkung atau G-Land. Tepat pukul 08.10 WIB mobil L-300 warna metalik mendekat di sebelah parkir Kampus Staidu Muncar Banyuwangi. Setelah teman teman Mahasiswa Staidu naik,kamipun langsung meluncur ke TKP di Taman Nasional Alas Purwo meskipun sesekali terdengar suara suara sumbang yang ‘ngrasani’ temannya karena udah standby semenjak pukul 06.00 WIB termasuk Penulis.

Perjalanan menuju ke Taman Nasional Alas Purwo merupakan sensasi tersendiri bagi Penulis bersama ‘Rombong’nya. Seperti biasanya, Mobil kami harus berjibaku ketika memasuki Hutan Alas Purwo, yang dikelola oleh Pihak Perhutani Banyuwangi Selatan. Apalagi beberapa hari terakhir Banyuwangi sering diguyur hujan yang tak menentu menambah “goyangan” mobil kami makin mengasyikkan. Sebelum sampai di Pos Rowo Bendo, Pos Pertama untuk membeli tiket, Penulis dan teman teman Mahasiswa harus saling berkejar-kejaran dan saling salip dan menyalib dengan beberapa mobil jeep, yang kelihatannya dari orang orang “kota” Banyuwangi.

Ketika memasuki kawasan sebelah selatan Sadengan, penulis dan teman teman Mahasiswa melihat serombongan kijang, atau kancil atau antelop yang melintas didepan mobil kami. Pak sopir, Kang Anto langsung menghentikan laju mobil kami untuk memberi kesempatan kepada para Kijang, Kancil atau Antelop untuk melintas. Pahlawan Kecilku, Wildan langsung terbangun begitu ada suara ramai ada kijang yang melintas. Diapun begitu gembira bisa melihat rombongan kijang yang langka disaksikan oleh para Pengunjung yang datang ke Taman Nasional Alas Purwo.

Setelah sampai di Pos Pancur, Penulis melihat sudah banyak kendaraan yang parkir di Tempat Parkir Pos Pancur. Hari ini rupanya banyak pengunjung yang ingin menikmati indahnya Taman Nasional Alas Purwo. Mungkin karena hari ini adalah Minggu ke-2 terakhir menjelang Awal Ramadhan 1431 H. Selang beberapa saat, datang rombongan dari MTs Darul Ulum Wringinputih Muncar dengan mengendarai 2 truk, dengan siswa sekitar 50 siswi. Dibelakang rombongan dari MTs Darul Ulum Wringinputih Muncar ternyata masih ada 3 truk lagi dari MA Darul Ulum Wringinputih Muncar yang mengangkut  sekitar 70 siswa dan siswa yang didampingi oleh para Guru MTs Darul Ulum dan MA Darul Ulum.

Seperti biasa, Pengunjung yang datang di Pos Pancur, Taman Nasional Alas Purwo yang ingin menikmati indahnya Ombak dan Surfing di Pantai Plengkung atau G-Land harus antri untuk naik mobil “Grandong” yang disiapkan oleh pihak Taman Nasional Alas Purwo. Ketika itu hanya ada 3 “Grandong” yang siap dioperasionalkan, karena yang 2 sudah “almarhum”. Penulis dan Rombongan lain harus sabar menunggu giliran untuk naik Mobil “Grandong” yang hanya mampu mengangkut 15 orang saja per trip.

Hampir ada 300 orang yang berkunjung di Pos Bedul dengan berbagai tujuan, ada yang hanya sekedar makan bersama di Pos Pancur, ada yang ingin ke Goa Istana, Goa Mayangkara, Goa Padepokan, ada yang benar benar “gila” ingin ke Plengkung atau G-Land meskipun dengan jalan kaki. Tapi kebanyakan dari Pengunjung Alas Purwo hari itu banyak yang ingin ke Plengkung atau G-Land, terutama para Siswa yang ingin Praktek Bahasa Inggris dengan para Turis Asing yang banyak menginap dan bermain Surfing di Pantai Plengkung atau G-Land.

Ada beberapa sekolah yang ingin Praktek Bahasa Inggris dengan para Turis di Pantai Plengkung atau G-Land diantaranya dari Aloha English Course, Bapak Ridwan/ John Kedunggebang 50 orang, MTs Darul Ulum Wringinputih Muncar 60 orang, MA Darul Ulum Wringinputih Muncar 70 orang, Staidu Wringinputih Muncar 12 orang, Staida Blokagung Tegalsari 10 orang dan dari SMK PGRI 2 Rogojampi 25 orang.

Karena saking banyaknya pengunjung dan siswa yang akan Praktek Bahasa Inggris di Plengkung atau G-Land. Mobil “Grandong” yang melayani rute Pancur-Plengkung tidak mampu membawa para pengunjung. Banyak diantara pengunjung yang tidak sabar ingin segera ke Plengkung atau G-Land, akhirnya mereka harus rela berjalan kaki menuju ke Plengkung sejauh 7 KM yang bisa ditempuh selama 1 sampai 2 jam. Karena Penulis harus mengalah kepada teman2 siswa yang akan Praktek Bahasa Inggris di Plengkung. Penulis memutuskan untuk membawa sang Pahlawan Kecil bermain di Pantai Pancur yang tak kalah indah dan menakjubkan daripada Pantai Plengkung atau G-Land.

Sore mulai merayap dan sang surya pun mulai malu dan enggan menampakkan sinarnya. Para Pengunjung Alas Purwo mulai bersiap siap meninggalkan Pos Pancur untuk kembali pulang. Malampun akhirnya menampakkan kekuatannya. Penulis bersama sang Istri, Amelia dan sang Pahlawan Kecil, Wildan berkemas kemas di Masjid Al Purwo untuk ibadah maghrib sambil menunggu teman teman Mahasiswa Staidu.

Akhirnya, suara knalpot mobil L-300 yang kami tumpangi menderu-deru memanggil para penumpangnya untuk segera naik dan meluncur kembali ke habitat aslinya di Kampus Staidu Muncar. Good Bye Plengkung, Good Bye Alas Purwo. See You Someday.

Udah dulu ya ceritanya…. so pasti disambung lagi. Nggak ada habisnya.

*) tinggal di http://muhamadalisaifudin.blogspot.com
Foto – Foto Plengkung G-Land lihat juga di http://fotoalisaifudin.blogspot.com

Iklan

Tentang bamboszone

Blog Pendidikan, Pelatihan dan Bimbingan Belajar
Pos ini dipublikasikan di BERANDA, WISATA LARE OSING. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s